Intel Core i7 adalah nama salah satu keluarga mikroprosesor desktop golongan x86-64 produksi Intel Corporation. Mikroprosesor ini berbasis mikroarsitektur Intel Nehalem, dan memang merupakan bagian dari platform Nehalem. Hingga bulan april 2009 seluruh prosesornya merupakan model prosesor quad core (memiliki empat core), ditujukan untuk pangsa pasar high end desktop. Intel masih mencamtukan nama rsemi “Core” pada prosesor ini sebagai kelanjutan dari brand “Core” sebelumnya. Kehadirannya menggantikan kedudukan keluarga prosesor pendahulunya yang dikenal dengan nama Intel Core2.
Mikroprosesor keluarga Intel Core i7 yang pertama kali diproduksi
diberi nama sandi (core named) Bloomfield, dibuat di Costarica dan
dirilis pertama kalipada tanggal 17 November 2008. Fabrikasi
mikroprosesor ini juga dilakukan di Arizona, New Mexico, dan Oregon.
Seluruh mikroprosesor Bloomfield ini di produksi menggunakan teknik
fabrikasi 45nm, dilengkapi setinstruksi (instruction set) x86, x86-64,
MMX, SSE, SSE2, SSE3,.SSSE3,SSE4.1 dan SSE4.2, serta fitur-fitur EIST,
Intel 64, Xdbit, TXT, Intel VT, Hyper-Threading, Turbo Boost, QPI, Smart
Cache, HD Boost. Mikro prosesor intel core i7 Bloomfield didesain
menggunakan soket B yang dikenal pula dengan nama soket LGA 1366.
Frekuensi (clock rate) mikroprosesor yang diproduksi berkisar 2,66 GHz
hingga 3,2 Hz.
Ada beberapa teknologi yang membuatnya
sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti Core 2 Quad. Walau
sama-sama mengusung teknologi Core, tapi Intel merombak total arsitektur
processor ini, yang ditunjukkan antara lain :
- Mengintegrasikan memory Controller langsung didalam processor. Sebelumnya memory Controller terletak pada chipset Motherboard (MCH). Dengan memory controller langsung didalam processor, maka transfer data antara processor & RAM akan meningkat secara signifikan.
- Menghilangkan fungsi FSB (Front Side Bus). Fungsi FSB digantikan dengan QPI (Quick Path Interconnect) yang mengubungkan sistem processor dan I/O Hub di chipset Motherboard.
- Menambahkan fungsi L3 cache, yang sebelumnya hanya dikenal pada Processor Server.
- Menggunakan sistem Smart Cache dengan share total. Dengan sistem ini, maka share cache memory akan semakin besar & efektif karena bisa digunakan dengan kapasitas penuh.
- Menggunakan teknologi Hyperthreading (HT) yang dulunya dikenal pada Pentium 4. Teknologi HT yang dipadukan dengan Core, akan menghasilkan Processor dengan 4 Core 8-threads. Secara umum sistem akan mengenali Core i7 sebagai processor 8 core (4 core riil, 4 core virtual dengan HT).
Intinya, Processor Core i7 sudah tidak bisa menggunakan sistem
Motherboard lama. Saat ini Intel telah merilis chipset motherboard baru
dengan nama X58 (yang mendukung Core i7). Motherboard yang telah beredar
adalah tipe DX58SO.
Perbedan fisik Processor Core i7 dengan generasi sebelumnya :
- Menggunakan socket LGA1366 (Processor sebelumnya menggunakan LGA775).
- Menggunakan L3 Cache 8 MB (Processor sebelumnya hanya menggunakan L2 Cache).
- Menggunakan teknologi memory 3-channel (Processor sebelumnya menggunakan dual-channel).
- Mengadopsi teknologi RAM DDR3 (Processor sebelumnya menggunakan DDR2 saja).
Persamaan Processor Core i7 dengan generasi sebelumnya :
- Sama-sama menggunakan 4 core (Quad Core).
- Sama-sama menggunakan manufacture 45-nm.
Beberapa fitur pada Processor Core i7 :
- Intel® Hyper-Threading Technology (HT) : Sebelumnya teknologi HT sudah dikenal pada era Pentium 4. HT merupakan teknologi yang membuat thread (aliran data) pada Processor meningkat dua kali lipat, sehingga membuat pekerjaan multitasking akan semakin ringan. Ini seolah-olah processor memiliki core tambahan secara virtual. Dengan HT, maka setiap core memiliki dua threads (dua aliran data) hingga secara total sebuah processor core i7 dikenali sebagai processor 8 core.
- Intel® Turbo Boost Technology : Dengan fitur ini maka core processor secara otomatis meningkatkan frekuensi clock-speed jika diperlukan, asal masih dibawah limit power, arus & suhu temperatur yang diizinkan. Sebagai contoh : pada saat user menggunakan satu aplikasi kelas berat yang membutuhkan speed tinggi (seperti Game), maka Turbo Boost akan mengaktifkan fiturnya agar dicapai speed maksimal secara dinamis sehingga aplikasi dapat dijalankan dengan nyaman.
- Intel® Quick Path Interconnect : Pada dasarnya QPI berfungsi sama dengan FSB, tapi dengan pendekatan yang lebih baik. Pada FSB, jalur yang dihubungkan adalah transfer data antar Processor dan Memory Controller Hub (MCH), maka pada QPI yang dihubungkan adalah Processor dengan IOH (Input/Output Hub). IOH sendiri pengganti MCH pada sistem Core i7.
- QPI meningkatkan kemampuan transfer sistem processor, karena menggabungkan controller memory langsung di Processor. Pada dasarnya QPI bukanlah sebuah bus layaknya FSB, tapi merupakan sistem point-to-point yang menghubungkan transfer data antara Processor ke RAM, dan Processor ke sistem eksternal (chipset IOH di Motherboard). Dengan QPI jumlah transfer data yang dapat dilakukan mencapai 4,8 Gigatransfer per-detik (atau disingkat 4,8 GT/s). Angka ini bisa disamakan dengan 25,6 GB/s transfer rate (Processor sebelumnya hanya sebesar 10,6 GB/s).
- Integrated Memory Controller :Seperti yang telah diterangkan diatas, sistem Core i7 telah mengintegrasikan Memory Controller didalam sistem processornya, sehingga meningkatkan kemampuan transfer data secara signifikan.
- 8M Shared Intel® Smart Cache :Menggunakan L3 cache memory sebesar 8 MB total, sehingga membuat akses data semakin efisien & cepat. Pada sistem sebelumnya, cache pada Core 2 Quad dipecah menjadi dua (masing-masing melayani 2 core, bukan 4 core secara langsung) sehingga penggunaan kapasitas cache terbatas.
Cara Kerja Core i7
Memory controller baru yang terintegrasi menangani aliran data antara
memory utama (RAM) dan processor. Tiga channel memory (DDR3 1066 MHz)
menghasilkan bandwidth hingga 25,6 GB/detik. Semakin besar bandwidth,
semakin cepat kinerja yang dihasilkan untuk aplikasi-aplikasi padat data
(grafis dan multimedia). Perumpamaan untuk ini sama seperti melebarkan
jalan raya untuk melancarkan arus lalu-lintas yang padat.
TBT menggunakan on-die power control, yang mengatur kecepatan clock
setiap core, bergantung pada kebutuhan komputasi. Sebagai contoh, untuk
aplikasi yang sederhana seperti web browsing, Core i7
menurunkan power tiga core, dan secara perlahan meningkatkan power satu
core tanpa menaikkan power yang masuk ke dalam processor mirip dengan
fitur overclocking otomatis built-in.
Kembali ke tahun 2000, masa sebelum multicore processing
diperkenalkan, Intel memperkenalkan HT memecah proses komputasi ke dalam
beberapa virtual processor. HT meningkatkan kinerja multitasking dengan
menjalankan beberapa program secara bersamaan. Core i7
memiliki empat core, bila HT diaktifkan, sistem operasi akan melihatnya
sebagai delapan processor.
Dukungan SLI dan Crossfire
Chipset baru Core i7 (x58) mendukung PCI-e 2.0, yang
memiliki transfer rate dua kali lebih besar dari PCI Express original
(dari bandwidth per port 8 GB menjadi 16 GB/detik). Teknologi ini
memberikan keleluasaan bagi penggemar berat game menerapkan teknologi
nVIDIA SLI dan ATi Crossfire untuk meningkatkan performa grafis PC
mereka.
Kelebihan lainnya, chipset ini tidak membedakan antara SLI dan
Crossfire. Jadi, bila selama ini para penggemar game harus memilih salah
satu teknologi dual-video card dan harus mengganti motherboard jika
beralih dari nVIDIA ke ATi atau sebaliknya kini mereka bisa sedikit
bernapas lega. Dengan chipset ini, motherboard dapat menangani kedua
teknologi dual-video card.





bagooos
BalasHapus